Senin, 15 Oktober 2018

SISTEM PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN SAINS




Penilaian merupakan tahapan penting dalam proses pembelajaran. Penilaian dalam pembelajaran sains dapat dimaknai sebagai membawa konten, proses sains dan sikap ilmiah secara bersama-sama. Penilaian dilakukan terutama untuk menilai kemajuan siswa dalam pencapaian keterampilan proses sains.
A.    PENGERTIAN PENILAIAN
Menurut Depdiknas (2004) Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauhmana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) siswa. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar Peserta Didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau hasil belajar seorang siswa Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian dapat dilakukan selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil/produk).
B.     TUJUAN PENILAIAN
Sudjana (2005) menyebutkan bahwa tujuan dari penilaian adalah:
1. Mendeskripsikan kecakapan belajar pada siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangan dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya.
2.  Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan.
3.  Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal progam pendidikan dan pengajaran serta stra-tegi pelaksanaannya
4. Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah ke-pada pihak-pihak yang berkepentingan.
C.     FUNGSI PENILAIAN
Dalam penilaian ini dilihat sejauh mana keefektifan proses pebelajaran dalam mengupayakan perubahan tingkah laku siswa. Oleh sebab itu, penilaian hasil dan proses belajar saling berkaitan satu sama lain sebab hasil belajar yang dicapai siswa merupakan akibat dari proses pembelajaran yang ditempuhnya (pengalaman belajarnya). Sejalan dengan pengertian diatas maka penilaian berfungsi sebagai berikut:
1.      Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan pembelajaran. Dengan fungsi ini maka penilaian harus mengacu pada rumusan-rumusan tujuan pembelajaran sebagai penjabaran dari kompetensi mata pelajaran.
2.   Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan dalam hal tujuan pembelajaran, kegiatan atau pengalaman belajar siswa, strategi pembelajaran yang digunakan guru, media pembelajaran, dll.
3.   Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya. Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya.
D.    KRITERIA PENILAIAN PROSES
Penilaian proses belajar mengajar memiliki beberapa kriteria, dimana Kriteria ini penting sebagai tolok ukur keberhasilan proses belajar-mengajar.
1. Konsistensi kegiatan belajar mengajar dengan kurikulum.
Kurikulum adalah   program belajar mengajar yang telah ditentukan sebagai acuan apa yang seharusnya dilaksanakan. Keberhasilan proses belajar mengajar dilihat sejauh mana acuan tersebut dilaksanakan secara nyata dalam bentuk dan aspek-aspek:
a.Tujuan-tujuan pengajaran
b.Bahan pengajaran yang diberikan
c.Jenis kegiatan yang dilaksanakan
d.Cara melaksanakan setiap jenis kegiatan
e. Peralatan yang digunakan untuk masing-masing kegiatan
f. Penilaian yang digunakan untuk setiap tujuan.
2. Keterlaksanaannya oleh guru
Dalam hal ini adalah sejauh mana kegiatan program yang telah dilaksanakan oleh guru tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang berarti. Dengan apa yang direncanakan dapat diwujudkan sebagaimana seharusnya, keterlaksanaan ini dapat dilihat dalam hal :
a. Mengkodisikan kegiatan belajar siswa.
b. Menyiapkan alat, sumber dan perlengkapan belajar.
c. Waktu yang disediakan untuk waktu belajar mengajar.
d. Memberikan bantuan dan bimbingan belajar kepada siswa.
e.  Melaksanakan proses dan hasil belajar siswa.
f.  Menggeneralisasikan hasil belajar saat itu dan tindak lanjut untuk      kegiatan belajar   mengajar berikutnya.
3. Keterlaksanaannya oleh siswa
Dilihat sejauh mana siswa melakukan kegiatan pembelajaran dengan program yang telah ditentukan guru tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang berarti, hal ini mencakup:
a.    Memahami dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh guru.
b.    Semua siswa turut melakukan kegiatan belajar.
c.    Tugas-tugas belajar dapat diselesaikan sebagaimana mestinya.
d.   Manfaat semua sumber belajar yang disediakan guru.
e.    Menguasai tujuan-tujuan pengajaran yang telah ditetapkan guru.
4. Motivasi belajar siswa
Keberhasilan proses belajar-mengajar dapat dilihat dalam motivasi belajar yang ditujukan para siswa pada saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar . dalam hal :
a.   Minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran.
b.   Semangat siswa untuk melakukan tugas-tugas belajarnya.
c.   Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya.
d.  Reaksi yang ditunjukan siswa terhadap stimulus yang diberikan guru.
e.   Rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang diberikan.
5. Keaktifan para siswa dalam kegiatan belajar
Penilaian proses belajar mengajar terutama adalah melihat sejauh mana keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar , keaktifan siswa dapat dilihat dalam  hal
a.  Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya.
b. Terlibat dalam pemecahan masalah.
c.  Bertanya kepada teman atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapi.
d. Berusaha tahu mencari informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah.
e.  Melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru.
f.  Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperolehnya.
g.  Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal yang sejenis.
h.  Kesempatan mengunakan atau menerapkan apa yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya.
     6. Interaksi guru dan siswa
 Interaksi guru dan siswa berkenaan dengan hubungan timbal balik dalam melakukan   kegiatan belajar mengajar, hal ini dapat dilihat:
a. Tanya jawab atau dialog antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan siswa.
b. Bantuan guru terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar, baik secara individual mupun secara kelompok.
c.  Dapatnya guru dan siswa tertentu dijadikan sumber belajar.
d. Senangtiasa beradanya guru dalam situasi belajar mengajar sebagai fasilitator belajar.
e.  Tampilnya guru sebagai pemberi jalan eluar manakala siswa menghadapi jalan buntu dalam tugas belajarnya.
f.  Adanya kesempatan mendapat umpan balik secara berkesinambungan dari hasil belajar yang diperoleh siswa.
7. Kemampuan atau keterampilan guru mengajar
Keterampilan guru mengajar merupakan puncak keahlian guru yang professional dalam hal bahan pengajaran, komunikasi dengan siswa, metode mengajar, dll. Beberapa indikator dalam menilai kemampuan ini antara lain:
a. Menguasai bahan pelajaran yang diajarkan kepada siswa.
b.  Terampil berkomunikasi dengan siswa.
c.  Menguasai kelas sehingga dapat mengendalikan kegiatan kelas.
d.  Terampil mengunakan berbagai alat dan sumber belajar.
e.    Terampil mengajukan pertanyaan, baik lisan maupun tulisan.
 8. Kualitas hasil belajar yang diperoleh siswa
Salah satu keberhasilan proses belajar-mengajar dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Dalam hal ini aspek yang dilihat antara lain:
a. Perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajarnya.
b.  Kualitas dan kuantitas penguasaan tujuan instruksional oleh para siswa.
c.   Jumlah siswa yang dapat mencapai tujuan instruksional minimal 75 dari jumlah intrusional yang harus dicapai.
d.   Hasil belajar tahan lama diingat dan dapat digunakan sebagai dasar dalam mempelajari bahan berikutnya.
E.     ASPEK PENILAIAN
Tujuan IPA (Sains) adalah menguasai pengetahuan IPA (Sains), memahami dan menerapkan konsep IPA, menerapkan keterampilan proses, dan mengembangkan sikap. Tujuan penilaian ini sejalan dengan tiga aspek dalam kerangka kurikulum IPA seperti ditunjukkan di bawah:
1. Penilaian Pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep IPA
2. Penilaian Keterampilan dan Proses
3. Penilaian karakter dan sikap (sikap ilmiah)

Pertanyaan yang ingin penulis Diskusikan :
1.    Apasaja aspek-aspek keberhasilan penialaian hasil  dalam proses  belajar mengajar ?
2.    jelaskan prinsip-prinsip penilaian hasil belajar dalam proses pembelajaran sains ?
3.    Dalam sistem penilain pembelajaran sains terdapat 3 aspek penilaian ada penilaian Pengetahuan, Penilaian Keterampilan dan Proses, Penilaian karakter dan sikap (sikap ilmiah). Bagaimana seorang pendidik menerapkan 3 aspek tersebut?





16 komentar:

  1. saya akan menanggapi pertanyaan no 2 mengenai prinsip-prinsip penilaian hasil belajar dalam proses pembelajaran sains yaitu:
    a. valid atau sahih berarti penilaian apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi
    b. objektif berarti tidak diengaruhi oleh perbedaan latar belakang, sosial, ekonomi, budaya dan lain-lain.
    c. transparan dan terbuka yang berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian dan dasar pengambilan keputusan terhadap hasi belajar siswa dapat diketahui semua pihak yang berkepentingan
    d. adil berarti tidak menguntungkan dan merugikan peserta didik
    e. terpadu berarti penilaian oleh pendidik merpakan salah satu komponen yang tak dapat dipisahkan dari kegiatan pembelajaran
    f. menyeluruh dan berkesinambungan yang berarti penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik

    BalasHapus
  2. Artikel yang sangat menarik. Baiklah saya menanggapi pertanyaan no 2. Prinsip-prinsip penilaian hasil belajar.
    1. Valid. Adanya kesesuaian alat ukur dengan fungsi pengukuran.
    2. Mendidik
    3. Berorientasi pada kompetensi
    4. Adil dan obyektif
    5. Terbuka
    6. Berkesinambungan
    7. Menyeluruh
    8. Bermakna. Terima Kasih

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum warohmatullah wabarokatu
    Artikel yang sangat menarik
    Saya akan menanggapi pertanyaan nomor 3
    Aspek sikap dinilai Oleh guru matapelajaran-matapelajaran dengan menggunakan jurnal
    Pengetahuan dinilai dengan instrumen yang sesuai dan jadwal penilaian
    Penilaian keterampilan dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sependapat dengan sdri novrina..semua penilaian harus memiliki instrument sehingga dpt menjadi penilaian autentik

      Hapus
  4. Untuk point pertama, aspek penting yang bisa mempengaruhi keberhasilan dalam belajar dan mengajar adalah guru, orang tua dan lingkungan

    BalasHapus
  5. Untuk pertanyaan no 2 penilaian pd pembelajaran sains tidak hanya dilakukan diakhir pembelajaran namun dilakukan selama proses pembelajaran menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotorik

    BalasHapus
  6. Artikelnya sangat bermanfaat...
    Menurut saya, keberhasilan suatu penilaian sangat ditentukan oleh teknik perancangan instrumen penilaian yg dilakukan oleh guru. Didalam instrumen tersebut harus ditentukan berdasarkan indikator pencapaian kompetensi yg akan dicapai. Selain itu penilaian tidak hanya dilakukan setelah kegiatan pembelajaran (hasil belajar),tetapi penilaian juga dilakukan terhadap proses kegiatan belajar..
    Untuk penilaian itu sendiri,harus mencakup 3 aspek, yaitu penilaian sikap, ketrampilan dan pengetahuan

    BalasHapus
  7. Artikel yang amat membantu baik di sini saya menangapi soal nomor 1 aspek2 keberhasilan dalam penilaian hasil dalam proses blajar mengajar adalah banyak aspek 1.orang tua.2 lingkungan 3.guru.4 orang terdekat

    BalasHapus
  8. Baiklah sy akan mencoba menjawab nomor 2. Menurut sy penilaian nya tidak harus di lakukan di akhir pembelajaran.

    BalasHapus
  9. Sya akan menanggapin soal no 1 aspek keberhasilan dalam proses belajar yakni : 1. Orang tua, 2. Lingkungan baik diruamh maupun diskolah, 3. Teman , 4. Guru serta daya serap siswa tersebut dalam proses belajar.

    BalasHapus
  10. Assalamu alaikum..saya akan menjawab soal no 3..
    Untuk penilaian sikap di lakukan oleh setiap guru mata pelajaran..sedangkan penilaian sikap spiritual dan sosial oleh guru agama dan Pkn dengan jurnal..
    Sedangkan nilai pengetahuan dan ketrampilan dilakukan setelah ketercapaian KD dg instrumen dan rubrik penilaian.

    BalasHapus
  11. Assalamu alaikum..saya akan menjawab soal no 3..
    Untuk penilaian sikap di lakukan oleh setiap guru mata pelajaran..sedangkan penilaian sikap spiritual dan sosial oleh guru agama dan Pkn dengan jurnal..
    Sedangkan nilai pengetahuan dan ketrampilan dilakukan setelah ketercapaian KD dg instrumen dan rubrik penilaian.

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum zahara, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1 dimana apa saja faktor faktor yang mempengaruhi sehingga proses pembelajaran dapat berhasil yaitu :
    a. Psikologis anak didik
    b. Biologis anak didik
    c. Intelektual anak didik
    d. Kesenangan terhadap pelajaran
    e. Cara belajar anak didik

    BalasHapus
  13. Baikalah saya akan menanggapi pertanyaan nomor 3, menurut saya pendidik bisa menerapkan aspek tersebut dalam proses pembelajaran berlangsung, bukan diakhidiakhir pembelajaran

    BalasHapus
  14. Tes prestasi belajar dapat digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat keberhasilan dan dapat digolongkan kedalam jenis penilaian sebagai berikut :

    Tes Formatif
    Penilaian ini digunakan untuk mengukur satu atau beberapa pokok bahasan tertentu dan bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang daya serap anak didik terhadap pokok bahasan tersebut.

    Hasil tes ini dimanfaatkan untuk memperbaiki proses balajar mengajar bahan tertentu dalam waktu tertentu

    Tes Subsumatif
    Tes ini meliputi sejumlah bahan pengajaran tertentu yang telah diajarkan dalam waktu tertentu, bertujuan untuk memperoleh gambaran daya serap anak didik untuk meningkatkan tingkat prestasi belajar anak didik.

    Hasil tes ini digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan diperhitungkan dalam menentukan nilai rapor.

    Tes Sumatif
    Tes ini dilakukan untuk mengukur daya serap anak didik terhadap bahan pokok-pokok bahasan yang telah diajarkan selama satu semester atau dua tahun pelajaran,
    Tes ini bertujuan untuk menetapkan tingkat atau taraf keberhasilan belajar anak didik dalam suatu periode belajar tertentu.

    Hasil tes ini daigunakan untuk kenaikan kelas, menyusun rangking atau sebagai ukuran mutu sekolah

    E. Tingkat Keberhasilan
    Untuk mengetahui sampai dimana tingkat keberhasilan belajar siswa terhadap proses belajar yang telah dilakukannya dan sekaligus juga untuk mengetahui keberhasilan mengajar guru, kita dapat menggunakan tingkat acuan sebagai berikut:

    Istimewa/maksimal: apabila seluruh bahan pelajaran yang diajarkan itu dapat dikuasai siswa,
    Baik sekali/optimal: apabila sebagian besar (85% s/d 94%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai siswa,
    Baik/minimal: apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya 75% s/d 84% dikuasai siswa
    Kurang : apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari 75% dikuasai siswa.
    Proses belajar mencapai puncaknya pada hasil belajar siswa atau unjuk kerja siswa .

    BalasHapus
  15. Menurut saya aspek keberhasilan penilaian adalah ketika bisa mencapai tujuan pembelajaran.

    BalasHapus

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM DALAM PEMBELAJARAN SAINS

A. Pengertian dan Prinsip Model Pembelajaran Quantum Learning Quantum teaching adalah badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digun...