Model pembelajaran adalah seluruh
rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan
sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang
terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar
mengajar.
Model mengajar dapat diartikan
sebagai suatu rencana atau pola yang digunakan dalam menyusun kurikulum,
mengatur materi peserta didik, dan memberi petunjuk kepada pengajar di kelas
dalam setting pengajaran atau setting lainnya.
Secara singkat kesepuluh
cara atau model tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Model Penggalan (Fragmented)
Model fragmented ditandai oleh
ciri pemaduan yang hanya terbatas
pada satu mata pelajaran saja.
Misalnya, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, materi pembelajaran tentang
menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat dipadukan dalam materi
pembelajaran keterampilan berbahasa. Dalam proses pembelajarannya, butir-butir
materi tersebut dilaksanakan secara terpisah-pisah pada jam yang berbeda-beda.
Menurut Padmono dalam
bukunya Pembelajaran Terpadu melalui Kurikulum Terpadu dalam
Satu Disiplin Ilmu, mengatakan bahwa pembelajaran terpadu melalui kurikulum
terpadu fragmented terjadi jika seorang guru memiliki keinginan agar siswa
setelah menempuh pembelajaran satu kurun waktu tertentu memiliki kemampuan atau
kecakapan tertentu.
·
Kelebihan pembelajaran
model ini adalah siswa menguasai secara penuh satu kemampuan tertentu untuk
tiap mata pelajaran, ia ahli dan terampil dalam bidang tertentu.
·
kekurangannya adalah
Ia belajar hanya pada tempat dan sumber belajar dan kurang mampu membuat
hubungan atau integrasi dengan konsep sejenis.
2. Model Keterhubungan (Connected)
Model connected dilandasi oleh
anggapan bahwa butir-butir pembelajaran
dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Butir-butir
pembelajaran kosakata, struktur, membaca dan mengarang misalnya, dapat
dipayungkan pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penguasaan
butir-butir pembelajaran tersebut merupakan keutuhan dalam membentuk kemampuan
berbahasa dan bersastra. Hanya saja pembentukan pemahaman, keterampilan dan
pengalaman secara utuh tersebut tidak berlangsung secara otomatis. Karena itu,
guru harus menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajarannya
secara terpadu.
·
Kelebihan yang
diperoleh dalam model connected ini adalah adanya hubungan antar ide-ide dalam
satu mata pelajaran, anak akan memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas
dari konsep yang dijelaskan dan siswa diberi kesempatan untuk melakukan
pedalaman, tinjauan, memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap.
·
Kekurangan dalam
model ini, model ini belum memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum
menggabungkan bidang-bidang pengembangan/mata pelajaran lain.
3. Model Sarang (Nested)
Model nested merupakan pemaduan berbagai bentuk penguasaan
konsep keterampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran.
Misalnya, pada satuan jam tertentu seorang guru memfokuskan kegiatan
pembelajaran pada pemahaman tata bentuk kata, makna kata, dan ungkapan dengan
saran pembuahan keterampilan dalam mengembangkan daya imajinasi, daya berpikir
logis, menentukan ciri bentuk dan makna kata-kata dalam puisi, membuat ungkapan
dan menulis puisi. Pembelajaran berbagai bentuk penguasaan konsep dan keterampilan
tersebut keseluruhannya tidak harus dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.
Keterampilan dalam mengembangkan
daya imajinasi dan berpikir logis dalam hal ini disikapi sebagai bentuk
keterampilan yang tergarap saat siswa memakai kata-kata, membuat ungkapan dan
mengarang puisi. Penanda terkuasainya keterampilan tersebut dalam hal ini
ditunjukkan oleh kemampuan mereka dalam membuat ungkapan dan mengarang puisi.
·
Kelebihan model
ini yaitu guru dapat memadukan beberapa keterampilan sekaligus dalam
pembelajaran satu mata pelajaran, memberikan perhatian pada berbagai bidang
penting dalam satu saat sehingga tidak memerlukan penambahan waktu dan guru
dapat memadukan kurikulum secara luas.
·
Kekurangannya adalah
apabila taanpa perencanaan yang matang memadukan beberapa keterampilan yang
menjadi targget dalam suatu pembelajaran akan berdampak pada siswa dimana
prioritas pelajaran menjadi kabur.
4. Model Urutan/Rangkaian (Sequenced)
Model sequenced merupakan model pemaduan topik-topik antar
mata pelajaran yang berbeda secara paralel. Isi cerita dalam
roman sejarah misalnya, topik pembahasannya secara paralel atau dalam jam yang
sama dapat dipadukan dengan ikhwal sejarah perjuangan bangsa, karakteristik
kehidupan sosial masyarakat pada periode tertentu maupun topik yang menyangkut
perubahan makna kata. Topik-topik tersebut dapat dipadukan pembelajarannya pada
alokasi jam yang sama.
·
Kelebihannya yaitu
dengan menyusun kembali urutan topik, bagian dari unit, guru dapat mengutamakan
prioritas kurikulum daripada hanya mengikuti urutan yang dibuat penulis dalam
buku teks, membantu siswa memahami isi pembelajaran dengan lebih kuat dan
bermakna.
·
kekurangannya yaitu
diperlukkan kolaborasi berkelanjutan dan fleksibilitas semua orang yang
terlibat dalam content area dalam mengurutkan sesuai peristiwa
terkini.
5. Model Bagian (Shared)
Model shared merupakan
bentuk pemaduan pembelajaran
akibat adanya “overlapping” konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau
lebih. Butir-butir pembelajaran tentang kewarganegaraan dalam PPKN
misalnya, dapat bertumpang tindih dengan butir pembelajaran dalam Tata Negara,
PSPB, dan sebagainya.
·
Kelebihannya yaitu
lebih mudah dalam menggunakannya sebagai langkah awal maju secara penuh menuju
model terpadu yang mencakup empat disiplin ilmu, dengan menggabungkan disiplin
ilmu serupa yang saling tumpang tindih akan memungkinkan mempelajari konsep
yang lebih dalam.
·
kekurangannya yaitu
model integrasi antar dua disiplin ilmu memerlukan komitmen pasangan untuk
bekerjasama dalam fase awal, untuk menemukan konsep kurikula yang tumpang
tindih secara nyata diperlukan dialog dan percakapan yang mendalam.
6. Model Jaring Laba-laba
(Webbed)
Selanjutnya, model yang paling
populer adalah model webbed. Model
ini bertolak dari pendekatan tematis sebagai pemadu bahan
dan kegiatan pembelajaran. Dalam hubungan ini tema dapat mengikat kegiatan
pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran.
·
Kelebihan pendekatan
jaring laba-laba untuk mengintegrasikan kurikulum adalah faktor motivasi
sebagai hasil bentuk seleksi tema yang menarik perhatian paling besar, faktor
motivasi siswa juga dapat berkembang karena adanya pemilihan tema yang
didasarkan pada minat siswa.
·
kekurangan model
ini adalah banyak guru sulit memilih tema. Mereka cenderung menyediakan tema
yang dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi siswa, dan guru seringkali
terfokus pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan.
7. Model Galur/ benang(Threaded)
Model threaded merupakan
model pemaduan bentuk keterampilan misalnya,
melakukan prediksi dan estimasi dalam matematika, ramalan terhadap
kejadian-kejadian, antisipasi terhadap cerita dalam novel, dan sebagainya.
Bentuk threaded ini berfokus pada apa yang diesbut meta-curriculum.
·
Kelebihan dari
model ini antara lain: konsep berputar sekitar metakurikulum yang menekankan
pada perilaku metakognitif; materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni, dan
siswa dapat belajar bagaimana seharusnya belajar di masa yang akan datang
sesuai dengan laju perkembangan era globalisasi.
·
kekurangan yaitu
hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan sehingga secara
eksplisit siswa kurang dapat memahami keterkaitan konten antara mata pelajaran
satu dengan yang lainnya.
8. Model Keterpaduan (Integrated)
Model integrated merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran
yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu.
Topik evidensi yang semula terdapat dalam mata pelajaran Matematika, Bahasa
Indonesia, Pengetahuan Alam, dan Pengetahuan Sosial, agar tidak membuat muatan
kurikulum berlebihan cukup diletakkan dalam mata pelajaran tertentu, misalnya
Pengetahuan Alam. Contoh lain, dalam teks membaca yang merupakan bagian mata
pelajaran.
Bahasa Indonesia, dapat
dimasukkan butir pembelajaran yang dapat dihubungkan dengan Matematika, Pengetahuan
Alam, dan sebagainya. Dalam hal ini diperlukan penataan area isi bacaan yang
lengkap sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir
pembelajaran dari berbagai mata pelajaran yang berbeda tersebut. Ditinjau dari
penerapannya, model ini sangat baik dikembangkan di SD.
·
Kelebihan dari
model ini yaitu siswa saling mengaitkan, saling menghubungkan diantara
macam-macam bagian dari mata pelajaran. Keterpaduan secara sukses
diimplementasikan, pendekatan belajar yang lingkungan belajar yang ideal untuk
hari terpadu (integrated day) secara eksternal dan untuk keterpaduan
belajar untuk fokus internal. Selain itu model ini juga mendorong motivasi
murid.
·
kekurangan yaitu
model ini sulit dilaksanakan secara penuh; membutuhkan keterampilan tinggi,percaya
diri dalam prioritas konsep, keterampilan dan sikap yang menembus secara urut
dari mata pelajaran; dan membutuhkan model tim ahli pada bidang dan
merencanakan dan mengajar bersama.
9. Model Celupan/Terbenam (Immersed)
Model immersed dirancang untuk
membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan
pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Dalam hal ini tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman sangat
diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
·
Kelebihan dari
model ini adalah setiap siswa mempunyai ketertarikan mata pelajaran yang
berbeda maka secara tidak langsung siswa yang lain akan belajar dari siswa
lainnya. Mereka terpacu untuk dapat menghubungkan mata pelajaran yang satu
dengan yang lainnya.
·
kekurangan dari
model ini adalah siswa yang tidak senang membaca akan mendapat kesulitan untuk
mengerjakan proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat belajar.
10. Model Jaringan (Networked)
Terakhir, model networked
merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi,
bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah
siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang
berbeda-beda. Belajar disikapi sebagai proses yang berlangsung secara terus-menerus
karena adanya hubungan timbal balik antara pemahaman dan kenyataan yang
dihadapi siswa.
·
Kelebihan dari
model ini adalah siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata
pelajaran secara mendalam dan sempit sasarannya.
·
kekurangannya adalah
kemungkinan motivasi siswa akan berubah kedalaman materi pelajaran menjadi
dangkal secara tidak sengaja karena mendapat hambatan dalam mencari
sumber.
Pertanyaan yang ingin penulis Diskusikan :
1.
Dalam menerapkan model pembelajaran khusus sains, apakah
terdapat strategi tertentu ?
2.
Dari model pebelajaran diatas terdapat beberapa kekurangan,
bagaimana cara mengatasi kekurangan model pembelajaran tersebut?
3.
Dari model pembelajaran didatas , model pembelajaran manakah
yang cocok diterapkan pada model pembelajaran khusus sains. Khususnya pada
kurikulum k13?
Menanggapi pertanyaan no.3 menurut saya model pembelajaran yang cocok untuk K13 adalah model jaring laba-laba atau webbed karena lebih kepada pendekatan tematis.
BalasHapusBaiklah saya akan mencoba menanggapi pertanyaan momor 3, menurut saya model pembelajaran yang cocok untuk k13, semua model yang anda publish sudah sesuai tinggal saja dari gurunya untuk menepatkan model pembelajaran ke materi, cocok atau tidak, apabila itu sesuai dengan sendirinya materi yang tadinya sulit dan membosankan untuk dipelajari akan menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
BalasHapusSaya akan menjawab nomor 1 : setiap model pembelajaran memeiliki strategi tertentu yang harus di miliki terutama di dalam penerapan model khusus sain ini ...dan strategi yang kita akan lakasanakan harus sesuai dengan pembelajaran yang dilakukan
BalasHapussaya setuju dengan pendapat lailatul hairi, setiap model pembelajaran tetntunya memiliki strategi yg berbeda-beda, guru dapat memilih dan menggunakan stategi yg sesuai dengan materi pembelajaran
Hapussaya akan menanggapi pertanyaan no 2 tentang cara mengatasi kekurangan model pembelajaran tersebut yaitu dengan menonjolkan kelebihannya misalkan pada model immersed yang kekurangannya adalah siswa kurang minat dalam membaca, jadi guru harus memotivasi siswa agar siswa mau membaca buku seperti buku cerita.
BalasHapusBaikalah saya akan menanggapi pertanyaan nomor 2.
BalasHapusMenurut saya setiap kelebihan ada pula kekurangannya, begitupun dengan model pembelajaran, model terpadu yang anda tulis diatas kekurangannya rata-rata mengenai susahnya menggabungkan materi/ konsep/tema yang akan diajarkan. contohnya model webbed, model ini kelemahannya adalah susah mencari tema yang berkaitan sehingga kadang guru memaksa menyangkut pautkan temanya. cara mengatasinya yang pertama pastikan tema dari beberapa pelajaran yang diajarkan memang bersangkutan, jika tidak jangan gunakan model ini. jadi hal pertama yang perlu diperhatikan dalam model ini adalah memperhatikan tema nya.contoh di fisika belajar mengenai gerak, ada geraklurus,melingkar dll, lalu di kimia ada gerak partikel, di biologi ada sistem gerak pada manusia. jadi kita dapat menyangkut pautkan materi tersebut.
saya sangat setuju ddengan pendapat Novia Sari Afrijhon bahwa jika memang model tersebut tidak sesuai jika diterapkan dalam pembelajaran materi tertentu maka tidak perlu dipaksakan
HapusSaya tertarik utk menanggapi yg point 1 sbb :
BalasHapus1. Struktur Konsep Sains
Struktur konsep sains adalah pengorganisasian komponen-komponen konsep sains yang memiliki fungsi sendiri-sendiri dan saling menjelaskan. Struktur konsep sains digunakan oleh siswa untuk memahami dan menerapkan konsep secara formal (menyelesaikan soal tertulis) dan praktik (riil). Struktur konsep sains mengandung aturan penerapan konsep khusus yang digunakan untuk memecahkan masalah yang khusus untuk sesuatu konsep.
2. Prinsip Segitiga Pengkajian Alam
Prinsip segitiga pengkajian alam adalah prinsip-prinsip mengenai komponen-komponen alam yang dipelajari dalam sains. Prinsip segitiga pengkajian alam berguna untuk menentukan indikator alam yang mengindikasikan prinsip/teori (rumus) apa yang berlaku pada suatu masalah sains. Dengan menggunakan prinsip segitiga pengkajian alam, siswa dapat menentukan prinsip/teori yang berlaku dengan hanya memperhatikan objek dan fenomenanya saja, serta menjelaskan/memperhitungkan objek dan fenomena yang dipermasalahkan dengan menggunakan prinsip/teori yang berlaku.
3. Analisis Objek dan Fenomena Alam
Analisis objek dan fenomena diturunkan dari prinsip segitiga pengkajian alam dan struktur konsep sains yang digunakan untuk mengidentifikasi sistem dan sub-subsistem dari suatu masalah yang kompleks, sehingga masalah yang kompleks itu tampak menjadi masalah yang sederhana yang dapat diselesaikan dengan relatif mudah. Analisis objek dan fenomena alam mengandung aturan umum penerapan konsep untuk memecahkan berbagai masalah sains.
Dalam praktiknya ketiga komponen tersebut terintegrasi dalam suatu kegiatan ilmiah. Di samping ketiga komponen tersebut di atas, MPBL juga menggunakan model (grafik, diagram, dan lain-lain) dan metode ilmiah yang diintegrasikan dengan ketiga komponen tersebut untuk meningkatkan kompetensi luas pada siswa.
Karena MPBL menekankan peningkatan kompetensi luas pada siswa, kecakapan akademis untuk memenuhi kebutuhan siswa belajar di sekolah yang lebih lanjut dan kecakapan hidup untuk memenuhi kebutuhan siswa di masyarakat sudah terintegrasi di dalamnya, sehingga tidak diperlukan pendidikan kecakapan hidup yang khusus.
Terimakasih
Saya mencoba menjawab pertanyyan no 3
BalasHapusMenurut saya smw model d atas coxok. Hanya saja kita sebagai guru harus mampu mencoxok kan model dgn materi ny
Terimakasih
Setuju dengan pernyataan Saudari Selvi. Bahwa model pembelajaran yang dipaparkan cocok digunakan untuk pembelajaran sains dan k13. Tergantung guru lagi dalam menerapkan model pembelajaran disesuaikan dengan materi pembelajaran. Terima kasih
Hapussaya akan menjawab pertanyaan nomor 2
BalasHapusmasing-masing model pembelajaran memiliki kelemahan/ kekurangan, cara mengatasinya adalah guru boleh saja menginovasikan atau memodifikasi model embelajaran yang ada sesusai dengan versi guru itu sendiri,
modifikasi dan inovasi ini bertujuan untuk melengkapi atau menutupi kekeurangan setiap model pembelajara agar dapat menunjang proses pemebelajarn dengan baik
terima kasih
Ssetuju dengan pendapat saudara wendra bahwa maaing2 model itu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri itu tergantung sosok guru yang menerapkan sesuai dengan apa yang guru inginkan agar mampu memnunjang pembeljaran ke yang baik lagi
HapusSya akan menanggapi soal no 1.
BalasHapusSetiap model pembelajaran memiliki karekter atau ciri khas masing", baik itu dalam segi kelebihan maupun kekurangan oada model tersebut, sehingga tergantung lagi kpda guru yang akan menggunakan model tersebut, gru terlebih dahulu hrus memastikan model ap yg lebih cocok atau tepat pada materi yg akan dismpaikn nya trhdp siswa sehingga tujuan pembelarjaran dpt dipahami oleh siswa.
menurut saya model pembelajaran yang cocok untuk K13 adalah model jaring laba-laba atau webbed karena lebih kepada pendekatan tematis.
BalasHapusTerimakasih untuk artikel yang bermanfaat ini memberikan referensi tambahan bagi saya
BalasHapus