Kamis, 11 Oktober 2018

MODEL PEMBELAJARAN KHUSUS SAINS



Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar.
Model mengajar dapat diartikan sebagai suatu rencana atau pola yang digunakan dalam menyusun kurikulum, mengatur materi peserta didik, dan memberi petunjuk kepada pengajar di kelas dalam setting pengajaran atau setting lainnya. 
Secara singkat kesepuluh cara atau model tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. 
1. Model Penggalan (Fragmented)
Model fragmented ditandai oleh ciri pemaduan yang hanya terbatas pada satu  mata pelajaran saja. Misalnya, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, materi pembelajaran tentang menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat dipadukan dalam materi pembelajaran keterampilan berbahasa. Dalam proses pembelajarannya, butir-butir materi tersebut dilaksanakan secara terpisah-pisah pada jam yang berbeda-beda.
Menurut Padmono dalam bukunya Pembelajaran Terpadu melalui Kurikulum Terpadu dalam Satu Disiplin Ilmu, mengatakan bahwa pembelajaran terpadu melalui kurikulum terpadu fragmented terjadi jika seorang guru memiliki keinginan agar siswa setelah menempuh pembelajaran satu kurun waktu tertentu memiliki kemampuan atau kecakapan tertentu.
·         Kelebihan pembelajaran model ini adalah siswa menguasai secara penuh satu kemampuan tertentu untuk tiap mata pelajaran, ia ahli dan terampil dalam bidang tertentu.
·         kekurangannya adalah Ia belajar hanya pada tempat dan sumber belajar dan kurang mampu membuat hubungan atau integrasi dengan konsep sejenis.

2. Model Keterhubungan (Connected)
Model connected dilandasi oleh anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Butir-butir pembelajaran kosakata, struktur, membaca dan mengarang misalnya, dapat dipayungkan pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penguasaan butir-butir pembelajaran tersebut merupakan keutuhan dalam membentuk kemampuan berbahasa dan bersastra. Hanya saja pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh tersebut tidak berlangsung secara otomatis. Karena itu, guru harus menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajarannya secara terpadu.
·         Kelebihan yang diperoleh dalam model connected ini adalah adanya hubungan antar ide-ide dalam satu mata pelajaran, anak akan memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang dijelaskan dan siswa diberi kesempatan untuk melakukan pedalaman, tinjauan, memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap.
·         Kekurangan dalam model ini, model ini belum memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum menggabungkan bidang-bidang pengembangan/mata pelajaran lain.

3. Model Sarang (Nested)
Model nested merupakan pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep keterampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran. Misalnya, pada satuan jam tertentu seorang guru memfokuskan kegiatan pembelajaran pada pemahaman tata bentuk kata, makna kata, dan ungkapan dengan saran pembuahan keterampilan dalam mengembangkan daya imajinasi, daya berpikir logis, menentukan ciri bentuk dan makna kata-kata dalam puisi, membuat ungkapan dan menulis puisi. Pembelajaran berbagai bentuk penguasaan konsep dan keterampilan tersebut keseluruhannya tidak harus dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.
Keterampilan dalam mengembangkan daya imajinasi dan berpikir logis dalam hal ini disikapi sebagai bentuk keterampilan yang tergarap saat siswa memakai kata-kata, membuat ungkapan dan mengarang puisi. Penanda terkuasainya keterampilan tersebut dalam hal ini ditunjukkan oleh kemampuan mereka dalam membuat ungkapan dan mengarang puisi.
·         Kelebihan model ini yaitu guru dapat memadukan beberapa keterampilan sekaligus dalam pembelajaran satu mata pelajaran, memberikan perhatian pada berbagai bidang penting dalam satu saat sehingga tidak memerlukan penambahan waktu dan guru dapat memadukan kurikulum secara luas. 
·         Kekurangannya adalah apabila taanpa perencanaan yang matang memadukan beberapa keterampilan yang menjadi targget dalam suatu pembelajaran akan berdampak pada siswa dimana prioritas pelajaran menjadi kabur.

4. Model Urutan/Rangkaian (Sequenced)
Model sequenced merupakan model pemaduan topik-topik antar mata pelajaran yang berbeda secara paralel. Isi cerita dalam roman sejarah misalnya, topik pembahasannya secara paralel atau dalam jam yang sama dapat dipadukan dengan ikhwal sejarah perjuangan bangsa, karakteristik kehidupan sosial masyarakat pada periode tertentu maupun topik yang menyangkut perubahan makna kata. Topik-topik tersebut dapat dipadukan pembelajarannya pada alokasi jam yang sama.
·         Kelebihannya yaitu dengan menyusun kembali urutan topik, bagian dari unit, guru dapat mengutamakan prioritas kurikulum daripada hanya mengikuti urutan yang dibuat penulis dalam buku teks, membantu siswa memahami isi pembelajaran dengan lebih kuat dan bermakna.
·         kekurangannya yaitu diperlukkan kolaborasi berkelanjutan dan fleksibilitas semua orang yang terlibat dalam content area dalam mengurutkan sesuai peristiwa terkini.

5. Model Bagian (Shared)
Model shared merupakan bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya “overlapping” konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih. Butir-butir pembelajaran tentang kewarganegaraan dalam PPKN misalnya, dapat bertumpang tindih dengan butir pembelajaran dalam Tata Negara, PSPB, dan sebagainya.
·         Kelebihannya yaitu lebih mudah dalam menggunakannya sebagai langkah awal maju secara penuh menuju model terpadu yang mencakup empat disiplin ilmu, dengan menggabungkan disiplin ilmu serupa yang saling tumpang tindih akan memungkinkan mempelajari konsep yang lebih dalam.
·         kekurangannya yaitu model integrasi antar dua disiplin ilmu memerlukan komitmen pasangan untuk bekerjasama dalam fase awal, untuk menemukan konsep kurikula yang tumpang tindih secara nyata diperlukan dialog dan percakapan yang mendalam.

6. Model Jaring Laba-laba (Webbed)
Selanjutnya, model yang paling populer adalah model webbed. Model ini bertolak dari pendekatan tematis sebagai pemadu bahan dan kegiatan pembelajaran. Dalam hubungan ini tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran.
·         Kelebihan pendekatan jaring laba-laba untuk mengintegrasikan kurikulum adalah faktor motivasi sebagai hasil bentuk seleksi tema yang menarik perhatian paling besar, faktor motivasi siswa juga dapat berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat siswa.
·          kekurangan model ini adalah banyak guru sulit memilih tema. Mereka cenderung menyediakan tema yang dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi siswa, dan guru seringkali terfokus pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan.

7. Model Galur/ benang(Threaded)
Model threaded merupakan model pemaduan bentuk keterampilan misalnya, melakukan prediksi dan estimasi dalam matematika, ramalan terhadap kejadian-kejadian, antisipasi terhadap cerita dalam novel, dan sebagainya. Bentuk threaded ini berfokus pada apa yang diesbut meta-curriculum.
·         Kelebihan dari model ini antara lain: konsep berputar sekitar metakurikulum yang menekankan pada perilaku metakognitif; materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni, dan siswa dapat belajar bagaimana seharusnya belajar di masa yang akan datang sesuai dengan laju perkembangan era globalisasi.
·          kekurangan yaitu hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan sehingga secara eksplisit siswa kurang dapat memahami keterkaitan konten antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya.

8. Model Keterpaduan (Integrated)
Model integrated merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu. Topik evidensi yang semula terdapat dalam mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Pengetahuan Alam, dan Pengetahuan Sosial, agar tidak membuat muatan kurikulum berlebihan cukup diletakkan dalam mata pelajaran tertentu, misalnya Pengetahuan Alam. Contoh lain, dalam teks membaca yang merupakan bagian mata pelajaran.
Bahasa Indonesia, dapat dimasukkan butir pembelajaran yang dapat dihubungkan dengan Matematika, Pengetahuan Alam, dan sebagainya. Dalam hal ini diperlukan penataan area isi bacaan yang lengkap sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran yang berbeda tersebut. Ditinjau dari penerapannya, model ini sangat baik dikembangkan di SD.
·         Kelebihan dari model ini yaitu siswa saling mengaitkan, saling menghubungkan diantara macam-macam bagian dari mata pelajaran. Keterpaduan secara sukses diimplementasikan, pendekatan belajar yang lingkungan belajar yang ideal untuk hari terpadu (integrated day) secara eksternal dan untuk keterpaduan belajar untuk fokus internal. Selain itu model ini juga mendorong motivasi murid.
·          kekurangan yaitu model ini sulit dilaksanakan secara penuh; membutuhkan keterampilan tinggi,percaya diri dalam prioritas konsep, keterampilan dan sikap yang menembus secara urut dari mata pelajaran; dan membutuhkan model tim ahli pada bidang dan merencanakan dan mengajar bersama.

9. Model Celupan/Terbenam (Immersed)
Model immersed dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Dalam hal ini tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
·         Kelebihan dari model ini adalah setiap siswa mempunyai ketertarikan mata pelajaran yang berbeda maka secara tidak langsung siswa yang lain akan belajar dari siswa lainnya. Mereka terpacu untuk dapat menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya.
·          kekurangan dari model ini adalah siswa yang tidak senang membaca akan mendapat kesulitan untuk mengerjakan proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat belajar.

10. Model Jaringan (Networked)
Terakhir, model networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang berbeda-beda. Belajar disikapi sebagai proses yang berlangsung secara terus-menerus karena adanya hubungan timbal balik antara pemahaman dan kenyataan yang dihadapi siswa. 
·         Kelebihan dari model ini adalah siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata pelajaran secara mendalam dan sempit sasarannya.
·          kekurangannya adalah kemungkinan motivasi siswa akan berubah kedalaman materi pelajaran menjadi dangkal secara tidak sengaja karena mendapat hambatan dalam mencari sumber. 

Pertanyaan yang ingin penulis Diskusikan :
1.      Dalam menerapkan model pembelajaran khusus sains, apakah terdapat strategi tertentu ?
2.      Dari model pebelajaran diatas terdapat beberapa kekurangan, bagaimana cara mengatasi kekurangan model pembelajaran tersebut?
3.      Dari model pembelajaran didatas , model pembelajaran manakah yang cocok diterapkan pada model pembelajaran khusus sains. Khususnya pada kurikulum k13?

15 komentar:

  1. Menanggapi pertanyaan no.3 menurut saya model pembelajaran yang cocok untuk K13 adalah model jaring laba-laba atau webbed karena lebih kepada pendekatan tematis.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya akan mencoba menanggapi pertanyaan momor 3, menurut saya model pembelajaran yang cocok untuk k13, semua model yang anda publish sudah sesuai tinggal saja dari gurunya untuk menepatkan model pembelajaran ke materi, cocok atau tidak, apabila itu sesuai dengan sendirinya materi yang tadinya sulit dan membosankan untuk dipelajari akan menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

    BalasHapus
  3. Saya akan menjawab nomor 1 : setiap model pembelajaran memeiliki strategi tertentu yang harus di miliki terutama di dalam penerapan model khusus sain ini ...dan strategi yang kita akan lakasanakan harus sesuai dengan pembelajaran yang dilakukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan pendapat lailatul hairi, setiap model pembelajaran tetntunya memiliki strategi yg berbeda-beda, guru dapat memilih dan menggunakan stategi yg sesuai dengan materi pembelajaran

      Hapus
  4. saya akan menanggapi pertanyaan no 2 tentang cara mengatasi kekurangan model pembelajaran tersebut yaitu dengan menonjolkan kelebihannya misalkan pada model immersed yang kekurangannya adalah siswa kurang minat dalam membaca, jadi guru harus memotivasi siswa agar siswa mau membaca buku seperti buku cerita.

    BalasHapus
  5. Baikalah saya akan menanggapi pertanyaan nomor 2.


    Menurut saya setiap kelebihan ada pula kekurangannya, begitupun dengan model pembelajaran, model terpadu yang anda tulis diatas kekurangannya rata-rata mengenai susahnya menggabungkan materi/ konsep/tema yang akan diajarkan. contohnya model webbed, model ini kelemahannya adalah susah mencari tema yang berkaitan sehingga kadang guru memaksa menyangkut pautkan temanya. cara mengatasinya yang pertama pastikan tema dari beberapa pelajaran yang diajarkan memang bersangkutan, jika tidak jangan gunakan model ini. jadi hal pertama yang perlu diperhatikan dalam model ini adalah memperhatikan tema nya.contoh di fisika belajar mengenai gerak, ada geraklurus,melingkar dll, lalu di kimia ada gerak partikel, di biologi ada sistem gerak pada manusia. jadi kita dapat menyangkut pautkan materi tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sangat setuju ddengan pendapat Novia Sari Afrijhon bahwa jika memang model tersebut tidak sesuai jika diterapkan dalam pembelajaran materi tertentu maka tidak perlu dipaksakan

      Hapus
  6. Saya tertarik utk menanggapi yg point 1 sbb :
    1. Struktur Konsep Sains
    Struktur konsep sains adalah pengorganisasian komponen-komponen konsep sains yang memiliki fungsi sendiri-sendiri dan saling menjelaskan. Struktur konsep sains digunakan oleh siswa untuk memahami dan menerapkan konsep secara formal (menyelesaikan soal tertulis) dan praktik (riil). Struktur konsep sains mengandung aturan penerapan konsep khusus yang digunakan untuk memecahkan masalah yang khusus untuk sesuatu konsep.

    2. Prinsip Segitiga Pengkajian Alam
    Prinsip segitiga pengkajian alam adalah prinsip-prinsip mengenai komponen-komponen alam yang dipelajari dalam sains. Prinsip segitiga pengkajian alam berguna untuk menentukan indikator alam yang mengindikasikan prinsip/teori (rumus) apa yang berlaku pada suatu masalah sains. Dengan menggunakan prinsip segitiga pengkajian alam, siswa dapat menentukan prinsip/teori yang berlaku dengan hanya memperhatikan objek dan fenomenanya saja, serta menjelaskan/memperhitungkan objek dan fenomena yang dipermasalahkan dengan menggunakan prinsip/teori yang berlaku.

    3. Analisis Objek dan Fenomena Alam
    Analisis objek dan fenomena diturunkan dari prinsip segitiga pengkajian alam dan struktur konsep sains yang digunakan untuk mengidentifikasi sistem dan sub-subsistem dari suatu masalah yang kompleks, sehingga masalah yang kompleks itu tampak menjadi masalah yang sederhana yang dapat diselesaikan dengan relatif mudah. Analisis objek dan fenomena alam mengandung aturan umum penerapan konsep untuk memecahkan berbagai masalah sains.

    Dalam praktiknya ketiga komponen tersebut terintegrasi dalam suatu kegiatan ilmiah. Di samping ketiga komponen tersebut di atas, MPBL juga menggunakan model (grafik, diagram, dan lain-lain) dan metode ilmiah yang diintegrasikan dengan ketiga komponen tersebut untuk meningkatkan kompetensi luas pada siswa.
    Karena MPBL menekankan peningkatan kompetensi luas pada siswa, kecakapan akademis untuk memenuhi kebutuhan siswa belajar di sekolah yang lebih lanjut dan kecakapan hidup untuk memenuhi kebutuhan siswa di masyarakat sudah terintegrasi di dalamnya, sehingga tidak diperlukan pendidikan kecakapan hidup yang khusus.

    Terimakasih

    BalasHapus
  7. Saya mencoba menjawab pertanyyan no 3
    Menurut saya smw model d atas coxok. Hanya saja kita sebagai guru harus mampu mencoxok kan model dgn materi ny
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju dengan pernyataan Saudari Selvi. Bahwa model pembelajaran yang dipaparkan cocok digunakan untuk pembelajaran sains dan k13. Tergantung guru lagi dalam menerapkan model pembelajaran disesuaikan dengan materi pembelajaran. Terima kasih

      Hapus
  8. saya akan menjawab pertanyaan nomor 2
    masing-masing model pembelajaran memiliki kelemahan/ kekurangan, cara mengatasinya adalah guru boleh saja menginovasikan atau memodifikasi model embelajaran yang ada sesusai dengan versi guru itu sendiri,
    modifikasi dan inovasi ini bertujuan untuk melengkapi atau menutupi kekeurangan setiap model pembelajara agar dapat menunjang proses pemebelajarn dengan baik
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ssetuju dengan pendapat saudara wendra bahwa maaing2 model itu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri itu tergantung sosok guru yang menerapkan sesuai dengan apa yang guru inginkan agar mampu memnunjang pembeljaran ke yang baik lagi

      Hapus
  9. Sya akan menanggapi soal no 1.
    Setiap model pembelajaran memiliki karekter atau ciri khas masing", baik itu dalam segi kelebihan maupun kekurangan oada model tersebut, sehingga tergantung lagi kpda guru yang akan menggunakan model tersebut, gru terlebih dahulu hrus memastikan model ap yg lebih cocok atau tepat pada materi yg akan dismpaikn nya trhdp siswa sehingga tujuan pembelarjaran dpt dipahami oleh siswa.

    BalasHapus
  10. menurut saya model pembelajaran yang cocok untuk K13 adalah model jaring laba-laba atau webbed karena lebih kepada pendekatan tematis.

    BalasHapus
  11. Terimakasih untuk artikel yang bermanfaat ini memberikan referensi tambahan bagi saya

    BalasHapus

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM DALAM PEMBELAJARAN SAINS

A. Pengertian dan Prinsip Model Pembelajaran Quantum Learning Quantum teaching adalah badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digun...